SUPERMOM WANNABE (PENDIDIKAN ANAK ALA JEPANG)

Pendidikan Anak ala Jepang #1

🌸Selamat sabtu malam, moms dads. #Sabtubersamabuku hadir kembali dengan buku baru. Kali ini kita akan sharing satu buku yang berjudul "Pendidikan Anak Ala Jepang". Buku ini ditulis oleh dua orang ibu dari Indonesia yang sempat menetap di Jepang. Dari buku ini kita bisa belajar nilai-nilai positif dari pendidikan anak di Jepang yang sekiranya bisa menambah masukan untuk pendidikan anak-anak kita.

Nah, yang pertama kita akan mengupas tentang apa saja sih yang diajarkan pada level pendidikan anak usia dini di Jepang. Taman kanak-kanak di Jepang disebut dengan istilah Youchien sedangkan untuk tempat penitipan anak disebut Hoikuen.

Pendidikan TK di Jepang didasari oleh 3 hal berikut ini, yaitu:
1. Anak-anak mendapatkan pengalaman sebanyak mungkin.
2. Anak-anak belajar melalui bermain.
3. Anak-anak berkembang sesuai sifat dan karakter masing-masing.

🌸Melalui pendidikan di TK dan TPA, anak-anak di Jepang dilatih untuk hidup mandiri, disiplin, bertanggung jawab, dan bersosialisasi. Anak-anak juga diajarkan untuk berani. Salah satu contohnya adalah anak tidak boleh ditemani saat belajar di TK oleh orangtua. Orangtua hanya boleh mengantar sampai di gerbang sekolah atau menunggu atau menjemput anak di depan rumah jika berangkat dengan bus sekolah. Sedangkan untuk TPA, orangtua boleh mengantar sampai ke dalam sekolah dan merapikan perlengkapannya namun tetap tidak boleh ditunggu.

🌸Sejak usia 3 tahun, baik di TK maupun TPA, anak-anak dibiasakan untuk menata sendiri perlengkapannya di tempat yang telah disediakan. Misalnya meletakkan tempat minum di rak, mencantolkan jaket di rak baju, dan sebagainya. Anak-anak juga dibiasakan untuk menjaga kesehatannya. Misalkan harus berkumur-kumur dan mencuci tangan sebelum masuk kelas. Selain itu, anak-anak juga dibiasakan untuk selalu menggunakan lap tangannya masing-masing setelah cuci tangan. Di Jepang, lap cuci tangan tidak digunakan bersama-sama untuk menghindari penularan penyakit.

🌸Kemandirian juga dilatih saat makan siang bersama. Anak-anak harus makan sendiri dan membersihkan meja makannya. Jika ada makanan yang terjatuh di lantai atau air yang menetes di meja, mereka juga harus membersihkan sendiri. Mencintai kebersihan adalah hal utama yang diajarkan sejak dini di Jepang sehingga tidak mengherankan jika Jepang menjadi salah satu negara terbersih di dunia.

🌸Selain itu, anak-anak juga diajarkan untuk menggunakan kendaraan umum. Mereka diajarkan tentang adab saat naik, berada dalam kendaraan, dan saat turun. Hal tersebut juga mengajarkan kepada anak untuk memiliki sopan santun dan menghormati lain terutama dalam berkendara.

🌸Anak-anak TK di Jepang tidak diajarkan membaca dan menulis. Orang-orang dewasa hanya mengenalkan buku sebagai bacaan kepada anak dengan membacakannya. Di sekolah, disediakan berbagai macam jenis permainan baik di dalam maupun di luar kelas. Melalui kegiatan bermain di dalam dan di luar kelas, anak-anak dilatih ketrampilan dan motoriknya sekaligus untuk bersosialisasi. Jadi pendidikan anak usia dini di Jepang hanyalah bermain dan bersenang-senang, mengeksplorasi pengalaman dengan berbagai kegiatan dan permainan yang menyenangkan.

Pendidikan Anak ala Jepang #2 👧🏻👦🏼

Selamat berakhir pekan moms dads. #Sabtubersamabuku hadir kembali masih dengan buku yang berjudul "Pendidikan Anak Ala Jepang".

🌻Kali ini kita akan membahas terkait pelajaran apa saja yang dipelajari anak-anak di Jepang pada tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD). Pada tingkat SD, anak-anak mulai diajarkan membaca, menghitung dan pelajaran lainnya. Pelajaran disampaikan dengan cara yang mengasyikkan, tidak menakutkan dan tidak membosankan. Anak-anak diberikan kesempatan untuk mengembangkan daya nalarnya, bersikap terbuka, kreatif dan proaktif.

🌻Nah ada beberapa pelajaran SD di Jepang yang tidak diajarkan secara khusus di Indonesia seperti pelajaran ilmu moralitas, ilmu kehidupan, dan kerumahtanggaan. Sisanya sama seperti pengetahuan sosial, matematika, pendidika jasmani, pengetahuan alam, dan sebagainya. Oleh karena itu kita hanya akan membahas lebih detail terkait pelajaran yang tidak diajarkan secara khusus di Indonesia.

1⃣ Pendidikan ilmu moralitas (Doutoku)
Doutoku berasal dari kata dou (jalan) dan toku (kebaikan). Pelajaran ini melatih anak memiliki budi pekerti yang baik dan terpuji sehingga diharapkan saat dewasa nanti mereka tumbuh menjadi pribadi yang senang melakukan kebaikan.

Pelajaran ini memiliki 4 aspek penting yaitu menghargai diri sendiri, menghargai orang lain, menghargai lingkungan dan keindahan dan menghargai kelompok dan komunitas.

Sebagai contoh menghargai orang lain yaitu tidak mengobrol dengan suara yang keras di kendaraan umum karena mengganggu penumpang lain. Menghargai diri sendiri diajarkan dengan mengajarkan manfaat tidur awal, manfaat memakan sayur, manfaat sarapan pagi dan sebagainya.

Pelajaran ini diajarkan secara terintegrasi melalui semua mata pelajaran. Misalkan dalam pelajaran IPA, anak-anak tidak hanya diajarkan mengenal tumbuhan tetapi juga pentingnya tumbuhan dalam kehidupan kita. Anak-anak ditekankan juga untuk menjaga kelestarian linkungan. Hal ini bisa menjadi bagian dari pelajaran moralitas terkait cara menghargai lingkungan.

Pelajaran ini pun tidak hanya diajarkan secara teoritis tetapi juga dengan praktik langsung dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya pihak sekolah dan keluarga yang memberikan contoh penerapan pelajaran moralitas tersebut namun masyarakat pun turut berperan.

2⃣ Pelajaran ilmu kehidupan

Pelajaran ini adalah mengenai ketrampilan hidup, dengan tujuan agar anak-anak mandiri dan terampil dalam menjalani kehidupannya. Terdapat 4 target dalam pelajaran ini yaitu:
a. Anak mengenal siapa dirinya
b. Anak mengenal hubungannya dengan orang lain dan masyarakat sekitar
c. Anak mengenal hubungannya dengan alam
d. Anak mempunyai keinginan untuk berpikir dan mengekspresikan diri melalui tulisan dan lisan.

Contoh dari penerapan target tersebut yaitu dengan berkenalan dengan semua staf sekolah dan mengenal tugas masing-masing. Anak-anak juga dikenalkan dengan berbagai profesi dengan mengunjungi tempat mereka bekerja atau mengundangnya ke sekolah. Untuk mengenal lingkungan, anak-anak diajak bermain ke taman dan kemudian diminta mempresentasikan mengenai apa saja yang mereka temui di taman tersebut mulai dari hewan, tumbuhan dan sebagainya. Anak-anak juga diberitahu terkait seluk beluk tempat tinggal, misalkan dimana letak kantor polisi, rumah sakit, dan lain-lain.

3⃣ Pelajaran Kerumahtanggaan

Pelajaran ini diberikan sejak kelas 4 SD yang bertujuan untuk meningkatkan apresiasi dan partisipasi anak-anak terhadap kehidupan keluarga. Hal ini diharapkan dapat menginisiasi anak-anak untuk membantu urusan rumah tangga. Selain itu anak-anak juga memperoleh dasar-dasar pengetahuan dan ketrampilan sehari-hari.


📝 Pendidikan Anak ala Jepang #3 📝

🌻Selamat berakhir pekan, moms dads. #Sabtubersamabuku hadir kembali masih dengan buku "Pendidikan Anak Ala Jepang". Kali ini kita akan share beberapa kegiatan sekolah tingkat dasar di Jepang di luar kegiatan akademik.

1. Surat Menyurat
Surat menyurat yang dilakukan di TK/SD di Jepang tidak hanya sebagai sarana pemberitahuan atau undangan terkait kegiatan sekolah. Surat juga dijadikan sebagai sarana pendekatan guru kepada siswa. Hal ini dikarenakan guru-guru di Jepang tidak hanya mengajar di kelas tetapi juga berusaha menjadi sahabat bagi siswa. Nah pendekatan melalui surat itu dilakukan dengan mengirimkan kartu pos kepada setiap siswa saat liburan ke alamat masing-masing siswa. Guru membuat surat dengan tulisan tangan dan dibuat semenarik mungkin. Walaupun memberikan pesan liburan bisa melalui sms, tetapi menerima surat secara fisik akan memberikan kenangan tersendiri bagi anak-anak. Terlebih lagi, anak-anak TK/SD di Jepang belum dibiasakan memiliki telepon genggam.

Isi surat tersebut antara lain menanyakan kondisi kesehatan anak, bagaimana liburannya, dan mengingatkan tugas sekolah saat liburan. Saat hari spesial tertentu seperti tahun baru, guru juga mengucapkan selamat tahun baru dan mendoakan anak-anak agar tumbuh sehat dan semakin pandai. Dengan memberikan surat seperti itu, anak-anak pun merasa sangat diperhatikan dan disayang gurunya.

2. Jalan-jalan
Salah satu kegiatan yang sering dilakukan anak-anak di Day Care/TK di Jepang yaitu jalan-jalan. Di Jepang banyak sekali taman-taman di segala penjuru yang biasanya menjadi tujuan anak-anak jalan-jalan. Biasanya guru mengajak anak-anak jalan-jalan ke taman yang terdekat dengan sekolah. Mereka dibebaskan bermain di taman yang memiliki banyak fasilitas bermain. Anak-anak juga bisa bermain dengan memanfaatkan tanaman-tanaman di taman atau sekedar mencari belalang pada saat musim panas, mengumpulkan daun kering saat musim gugur dan sebagainya. Daun kering yang dikumpulkan kemudian dijadikan prakarya untuk menghias kelas. Jika sekolah dekat dengan persawahan, guru mengajak anak-anak melihat aktivitas petani di sawah. Intinya, pembelajaran melalui jalan-jalan ini mengajarkan anak-anak dan juga menunjukkan kepada orang tua bahwa belajar bisa dilakukan dengan murah dan menyenangkan dengan memanfaatkan lingkungan sekitar. Orang tua di Jepang pun menjadi aktif mencari obyek-obyek terdekat di sekitar rumah yang bisa dikunjungi anak-anak agar bisa belajar sambil bermain.
Selain jalan-jalan di lingkungan sekitar sekolah, anak-anak juga diajak mengunjungi sekolah-sekolah terdekat di sekitar sekolah mereka. Hal ini dilakukan agar anak menyadari bahwa mereka tidak sendiri dan lingkungan mereka luas. Selain itu, tujuan mengunjungi sekolah lain adalah agar anak-anak memiliki banyak teman. Anak-anak Jepang sangan dimotivasi untuk memiliki banyak teman karena teman baik adalah harta yang sangat berharga bagi orang Jepang hingga mereka dewasa.

3. Menginap di sekolah
Di Jepang, sebagian anak TK masih tidur bersama orang tua. Oleh karena itu sekolah membuat program menginap di sekolah khusus untuk siswa berusia lima tahun. Hal ini bertujuan melatih anak-anak tidur terpisah dari orangtua sehingga saat SD nanti mereka sudah berani tidur sendiri.


Comments

Popular Posts