Lantas, siapa yang akan menjawab?

untuk pagi, di dua puluh empat jam yang baru.

Pikiran menerawang jauh tentang .....................

tentang sesuatu yang belum menemui jawabannya.

kapan?

kapan tiba waktunya untukku?

belum bosan terbangun tanpa beban?

belum bosan bernafas lebih berat ketika bersama yang lain.

lantas, kapan doa ini akan terjawab?

haruskah semua nampak biasa-biasa saja seperti aku mengikhlaskan segalanya?

ah, sudahlah.


Mataram, 6 Agustus 2015
08:32 am

Comments

Popular Posts