HIDUP adalah PERPINDAHAN
Masih terngiang sisa obrolan beberapa malam dengan seorang teman
yang suaranya sangat menenangkan hati. Dalam desakan perasaan yang berkecamuk,
dia selalu tahu bagaimana memposisikan diri; kapan harus diam dan harus
mengomeliku.
Untuk perkataannya yang sangat
aku benarkan tentang hidup adalah perpindahan. Sebagaimana kuat aku menahannya,
semua pasti berpindah. Seberapapun aku tidak ingin, itu pasti terjadi. Entah
itu berpindah karena hal yang baik ataupun hal yang buruk.
Perpindahan dan perpisahan
adalah sepasang kekasih yang menyebalkan bukan? Jika boleh mengutuk, aku ingin
mengutuk pasangan ini hingga lenyap dari sekelilingku. Tetapi kembali ke poin
mutlak, ada Dia diatas segalanya.
Yang pergi meninggalkan jejak,
yang diam menggenggam kenangan. Ada keikhlasan yang ditaruhkan untuk kejadian
ini.
Aku benci perpindahan. Aku benci
perpisahan. Aku benci kesedihan. Aku benci adaptasi ulang. Aku benci
kehilangan. Setidaksukanya aku pada perpindahan dan perpisahan, hidup akan
terus berjalan kan? Menangislah jika kamu sedih. Menjeritlah jika perasaanmu
begitu menggumpal. Tinggalkan yang berpaling tanpa alasan. Sendirilah jika menyendiri membuatmu nyaman.
Untuk “kalian” yang pasti akan
pergi tahun ini, aku sayang kalian. Terlalu banyak kenangan kita yang terangkai
rapi didalam ingatan. aku sudah terbiasa dengan perpisahan. Tenang saja, aku
menyipan obatku sendiri.
Terima kasih untuk segala
kebersamaan kita.
Selong, 29 april
2015
02:53 wita

Comments
Post a Comment