aku sebut ini tawa karena bahasa daerah
Karena kita beragam. Mari bertukar bahasa
Sekret
Unit Kegiatan Keislaman (UKK) As-siraaj menjadi saksi obrolan gak mutu para
mahasiswi-mahasiswi fakultas teknik. Adalah kami (ria, elin si ketua genk,
pyik, eni, grndmha ani, via, nita ana, dll) sednag bersantai selepas menunaikan
ibdah shlat zuhur.
Kemudian
dilanjutkan dengan kajian, jika aku tidak salah ingat begitu adanya waktu itu.
kemudian seorang teman dari Sumbawa sebut namanya Dwi nyeletuk nyleneh bilang
“apasih kedul itu?”
Aku yang mendengarkan kata yang tidak asing itu spontan
menoleh dan tertawa
‘hahhaha”
“kamu tahu kata itu dari siapa”
‘itu dari eni. Itu bahasa Lotim ya?”
“iya itu bahsa lotim. Nah lo dwi” aku menggoda
anak Sumbawa ini.
Kemudian setelah saling menertawakan, kamipun
membubarkan diri dan kembali ke ruang kelas untuk melanjutkan kuliah di jam
berikutnya.
,\malamnya. Aku membuka jejaring sosial dan
menmperbaharui status-status. Gak guna kale ya nypam di beranda orang :D
Aku amsi ingat benar statusku waktu itu.
“gaka da orang yang sukses kerjaannya
tindok-tindok lonto. Momot-momot lonto”
Diluar dugaan. Ternyata Dwi mengomentari status itu.
kemudian bertanaya
“apalagi momot itu? apa sama kayak kedul?”
“aku yang membaca itu setelah ebberapa saat terkitrim hanay
bisa tertawa terkekeh. Naluri jahil mulai kelar rupanya.
Dengan santainya aku menbalas komentar itu
“momot itu artinya cantik. Trus kedul itu artinya manis”
“loh masak eni kalok kesel smaa orang bilang orang itu
maniS? Kan eni lagi kesel smaa orang itu”
Aku semakin terkekeh membaca komentar teman satu angkatanku
ini.
“iya beneran dwi. Momot itu cantik. Kedul itu manis”
Aku meninggalkan akunku kemudian naik tidur.
Pagi
hari dikampus. Tepatnya kembali ke sekret UKK As-Siraaj. Aku bertemu dnegna
Dwi. Dia langsung menyerangku dengan kalimat-kalimat pembelaan.
‘Ria ini apaan. Masa momot idbiliang cantik terus kedul
dikira manis. Kan bohong itu”
Aku pura-pura tidak mengerti.
“yoh apa ini ada apa?”
“iya.. momot itu artinya ngelamun kan. Terus kedul itu gak punya arti.”
Aku tertawa trebahak-bahak. Kemudian lebih pagah lagi
dengan cara tidak mengaku bahwa apa yang dia beritahukan kepadaku baru saja
adalah benar.
Temanku
si Dwi itu kemudian mengomel tidak percaya jika kedul memiliki arti manis. Masa
iya ketika kita merasa jengkel dengan orang lain maka kita akan menyebutnya
manis atau kedul. Kan itu gak mungkin banget.
Sejak
kejadian lucu itu. nama temanku Dwi Hariati aku rubah menjadi dwi momot. Hahah
:D dan aku dia ubah menjadi ria kedul.
Hahha..
I love you al.. I miss every moment with
them :*

Comments
Post a Comment