aku sebut ini anugrah Tuhan untuk hati



Virus Merah Jambu Versi “Mereka”
                Judul di atas identik dengan apa hayo?
Buat kita yang sudah pernah merasakannya pasti tahu donk. Pun kalau belum merasakannya mungkin pernah mendengar dari beberapa ceramah yang disampaikan di televisi. Umumnya disampaikan oleh Ustadz beken yang menganjurkan untuk tidak terjangkit virus ini. Mungkin juga pernah membaca dari sebuah buku yang judulnya “udah, putusin aja.” Mungkin ya mungkin.
Well. Namanya juga opini. Semua yang aku tuliskan ini sah-sah saja bukan?
Lalallalalala
                Maksud hati bukan untuk mengintimidasi mereka-mereka yang dalam benakku “mungkin mereka sudah terbaluti dengan keimanan yang kuat ya? Mungkin juga tidak akan mudah terpengaruh oleh hal-hal yang berbau semacam ini” itu kata fikiranku “saat itu.”
                Tetapi. Libur semester kali ini, aku melihat hal yang berbeda (lagi). Maksudku begini.
Dalam keseharian mereka. Pergaulan mereka. Bacaan mereka. Dan tingkah laku mereka mencerminkan sikap ke arah yang di Ridhai Allah SWT. Sudah barang tentu itu jauh sekali dari aku yang serba kekurangan dan masih ingin terus belajar untuk menuju ke arah itu.
                Tetapi lambat laun aku mengamati, melihat, mendengar, juga mencoba berinteraksi dengan beberapa orang dari kumpulan tersebut. Ada hal yang mencengangkan yang aku dapatkan. Apakah ini karena; mereka baru merasakan indahnya virus merah jambu itu?  mereka tidak bisa menguasai hati yang sedang berbunga? Atau mereka sedang berperang batin antara niat dan nafsu? Yah itu urusan hati mereka. Tidak ada maksud untuk ikut campur kok. Hahaha
Hanya terkejut saja bahwa yang terkadang menutup diri dan membatasi diri dari segala transparansi dunia justru bertingkah lebih parah dari orang-orang yang secara nyata memperlihatkannya kepada dunia.

Once again. It is not my business :D

Selong, 7 agustus 2014
09:40 WITA.



Comments

Popular Posts