Sumber dan dampak kerusakan komponen lingkungan terhadap pembangunan proyek
- LAPANGAN TERBANG
ü
Polusi udara
ü
Polusi air
ü
Tata guna lahan
ü
Hidrologi dan ekologi
ü
Menciptakan eco
airport
ü
Berkurangnya lahan hijau
ü
Berkurangnya cadangan air
ü
Genangan air pada sat hujan dapat menimbulkan pencemaran lapangan terbang
- WADUK
ü
Efektivitas rendah
ü
Menimbulkan pelanggaran HAM
ü
Menimbulkan kerusakan lingkungan jangka panjang
ü
Mengubah keseimbangan angkutan sedimen
ü
Merubah elevasi muka air tanah
ü
Pengurangan debit air pada sungai utama
ü
Peningkatan luas genangan
ü
Penurunan dinamika alamiah sungai
ü
Memutus daur hidup jenis ikan tertentu
ü
Hilangnya hutan, lahan basah, dan lahan
pertanian
ü
Menurunkan kualitas air
ü
Penghalang bagi ikan untuk migrasi (bertelur),
meskipun sudah ditemukan teknologi fish
ladder, namun tingkat efektivitasnya masih rendah.
ü
Jika bendungan terkontribusi seperempat dari gas
rumah kaca akibat terlepasnya gas methan dari degrasi tumbuhnan air di dalam
bendungan.
ü
Pembangunan bendungan memerlukan banyak lahan.
Jika penggusuran hanya dilakukan atas dasar proyek sesaat maka dapat
dibayangkan berapa banyak warga terlantar, kehilangan mata pencaharian dan
kehilangan tempat tinggal.
3. PENEBANGAN
KAYU
ü
Kerusakan lingkungan hutan pada daerah hulu
ü
Terganggunya proses hidrologi
ü
Kebakaran hutan
4. PERTAMBANGAN
ü
Terjadi pencemaran tanah
ü
Terjadi kerusakan lahan
ü
Kerusakan ekosistem hutan
ü
Aliran sungai tercemar
ü
Ekosistem sungai mengalami kerusakan
ü
Jumlah daerah aliran sungai (DAS) rusak parah
5. PELABUHAN
ü
Perubahan fungsi dan tata guna lahan
ü
Air hujan tidak dapat meresap ke dalam tanah
ü
Meningkatkan terjadinya potensi genangan dan
mengubah pola genangan
ü
Pelabuhan mengambil air bawah tanah secara
besar-besaran
ü
Terjadinya penurunan tanah
ü
Menyebabkan banjir rob di wilayah sekitar
pelabuhan.
ü
Tejadi perubahan mata pencaharian penduduk
setempat
ü
Penurunan kualitas udara oleh peningkatan debu
ü
Peningkatan kebisingan akibat alat konstruksi
ü
Penurunan kualitas air laut karena adanya
kekeruhan
ü
Penurunan kualitas air permukaan
ü
Perubahan pola arus laut, gelombng dan garis
pantai.
ü
Gangguan terhadap biota perairan
ü
Menyingkirnya beberapa spesies/biota ke wilayah
lain
ü
Polusi dapat meracuni organisme laut yang
mengakibatkan biota itu mati.
ü
Sampah, hilir mudik kapal dapat mengganggu
ganggang dan sejenisnya dalam bereproduksi
ü
Kerusakan pada terumbu karang sebagai sumber
makanan dan habitat biota laut.
ü
Terjadinya perubahan mata pencaharian dan
pendapatan penduduk
ü
Gangguan terhadap aktivitas nelayan
ü
Peningkatan kepadatan lalu lintas pelayaran
maupun lalu lintas di sekitar wilayah pelabuhan
ü
Penurunan kualitas udara akibat peningkatan debu
dari kegiatan konstruksi dan kegiatan operasional loading off loading di pelabuhan.
ü
Peningkatan kebisingan berasal dari kegiatan
alat konstruksi, pengangkutan material, pemancangan dan pembangunan terminal.
ü
Penurunan kualitas air laut karena peningkatan
kekeruhan dan peningkatan pencemaran air laut terutama pada tahap pengerukan (capital dredging) dan pembuangan
material keruk.
ü
Perubahan
pola arus laut, gelombang, dan garis pantai. Kegiatan pembangunan pelabuhan
beserta fasilitasnya akan memengaruhi terjadinya perubahan kedalaman laut, pola
arus laut dan gelombang mengakibatkan dampak turunan yaitu adanya
perubahan pola sedimentasi yang dapat mengakibatkan abrasi dan akresi (perubahan
garis pantai). Jika bagian struktur pelabuhan menonjol ke arah laut, maka
mungkin terjadi erosi pada garis pantai disekitarnya akibat transpor sedimen
sejajar pantai yang terganggu. Dampak ini merupakan isu yang paling
penting dalam setiap pembangunan di wilayah pesisir, sehingga dalam
rencana pengelolaan dan rencana pemantauan harus dilakukan secara
berkesinambungan.
ü
Gangguan terhadap biota perairan. Kegiatan
pembukaan lahan, pemancangan tiang pondasi dan pembangunan struktur fisik
fasilitas pelabuhan dapat mengganggu biota yang ada di lahan basah
seperti mangrove, jenis crustacea, larva-larva ikan dan biota
perairan lainnya seperti terumbu karang dan padang lamun. Gangguan terhadap
biota perairan dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Secara
langsung disebabkan oleh kegiatan pengerukan dan pembangunan, sedangkan secara
tidak langsung merupakan dampak lanjutan dari penurunan kualitas air laut
akibat operasional pelabuhan.

Comments
Post a Comment