Baju garis-garis coklat dan celana panjang coklat.
Berlari-lari menyusuri dua puluh anak tangga. Dengna lagkah yang
cepat dan nafas yang tersengal. Kami menuju ruang dosen mengambil balasan dari
lelah mengerjakan tugas. Sayarat untuk mengikuti ujian esok lusa.
Di sini di
dadaku. Masih menahan rasa yang kemarin. Apapun yang terjadi kemarin bukankah
kita sepakat untuk melupakannya hingga pukul dua belas malam. Karena pukul dua
belas lebih satu detik adalah misteri dan hari yang harus diperjuangkan.
“Sepakat kan?”
“ Iya sepakat!”
Aku berada diurutan ketiga. Ketika kami begitu cepat berjalan, aku
mendadak berhenti. Begitu juga dua orang iddepanku. Mereka menunjuk ke arahku.
Memberitahu aku apa yang mereka lihat. Itu berita bagus sebenanrnya. Tetapi
tidak untukku saat ini.
Aku juga melihat apa yang mereka lihat. Meskipun hanay sepintas. Tetapi
aku emmandangnya jelas.
“syukurlah kamu baik-baik saja. syukurlah kamu sehat walafiat. Selamat
ya. Selamat atas jabatan baru. Meskipun aku mengetahuinya dari orang lain,
tetapi tetap selamat untukmu. Semoga dapat menegmban dan emnjalanka tugas
dengan baik J “
Kemudian kami berlalu ketika aku menyuruh mereka untuk tidak mempedulikan
itu.
Aku menahan pandanganku untuk tidak emlihat ke samping. Aku tahu kamua da
di tempat itu. pasti di sana. Saat ini tempat itu adalah markas wajib kalian.
Tunggu aku. Aku pasti akan melewati tempat itu dan mencoba mencuri pandang
untuk melihatmu. Tidak ada cara lain selain mencuri pandang. Haha kasian.
Kasian sekali.
Lalu aku kembali seorang diri. Benar. Aku sengaja melambatkan langkahku
agar bisa melihatmu. Dapat! Kamu sedang duudk dan berbincang bersama seorang
perempuan yang entah aku tidak tahu itu sipaa. Bukan tidak mengenalnya, tetapi
aku memang tidak melihatnya.
Di balik pintu kaca itu aku melihatmu. Lak-ilaki berpakain kaos berwarna
garis-garis coklat dan celana panjang coklat. Tubuh tinggimu terlihat jelas
sekali meskipun kamu sedang dalam posisi duduk. Potongan rambutmu, pipimu,
matamu, hidungmu, ah semuanya. Aku tidak melihat senyum itu di sana. Sedang
banyak fikiran ya mas? Hmm mukanya kusut banget
Sepintas dan aku berlalu. Mengayun langkah secepat tadi, dan semakin
menahan rasa di dlaam hati.
Mataram, 1 juli 2014
10:28 wita

Comments
Post a Comment