Biarkan aku mengenalmu dan semakin mengenalmu seiring kebersamaan kita.






Selasa, 13 Mei 2014
11:55 pm

                 Ini sudah larut. Hari-hari sebelumnya aku masih terjaga bersama kertas rapi yang terjepit pada papan ujian dan pulpen yang tergenggam di jemari kananku. Tetapi malam ini berbeda. Ini sudah larut. Aku sudah di pembaringan dan bersiap akan tidur. Tetapi aku masih menggunakan headset dan mendengarkan siaran radio kesayangan. Lagu-lagu melow mengudara, menambah sesak atas rindu yang menggebu. Hmmm
                Aku khususkan  malam ini untuk menulis. Karena tanggal ini tidak akan terulang kembali di tahun ini. Selasa; ini ulang tahunmu yang ke-20. Tanggal 11; tanggal lahirmu juga. Mei; bulanku, 2014; tahun keterikatan kita. 11:55; angka ganjil dan kembar. Aku suka semua komponen yang aku letakkan di pojok kanan tulisan ini.
                dear Aryaku.  Aku menuliskan ini khusus untuk kamu. 
                Ketika lisanku tidak sanggup mengatakannya karena takut melukai hatimu, izinkan aku menulis untuk menyampaikannya dalam bentuk yang berbeda.
                Ketika telingaku terus dijejali tentang hal negatif yang berkaitan denganmu, aku tidak bisa berbuat apa-apa.. Pertama; yang aku dengar bukan kejelekan atau hal negatif, kedua; aku tidak berbuat apa-apa karena aku memang belum mengenalmu lebih jauh. Jadi diam adalah cara agar tidak ada yang menelan ludah dikemudian hari. Aku harap kamu mengerti.
                Seperti satu kalimat pada sebuah novel. “ aku menyukaimu tanpa banyak protes”. Kalimat itu  aku sama artikan dengan “aku menerimamu apa adanya”. Menerima tingkah lakumu, teman bermainmu, hobi yang menghanyutkan waktumu, kebiasaa burukmu, tingkah menyebalkanmu, celoteh menyakitkanmu, dan kejelekan yang ada dalam dirimu. Penerimaan apa adanya tetapi tetap saling menghormati.
                Ketika seorang teman wanitaku membandingkan lelakinya dengan dirimu, kekasih temanku daa juga laki-laki lainnya berdasarkan fisik, sifat, sikap, kebiasaan, dan juga hal lainnya sembari tertawa bahagia. aku hanya memastikan ini dalam kalimatku untuk hatiku dan harapanku kepadamu.
“biarkan saja mereka mau berbicara apa. Biarkan saja mereka berkata buruk tentangmu. Bairkan saja julukan apapun yang mereka berikan kepadamu. Bairkan saja suara tertawa bahagia hilang dibawa angin. Bairkan saja wajah-wajah aneh mereka terus menatap aneh lantas berubah semakin aneh. Bairkan saja mereka melakukan dan berkata apa yang mereka inginkan. Yang pasti aku adalah aku yang mengenalmu dengan caraku sendiri, aku adalah aku yang memiliki penilaian sendiri atas setiap pribadi yng memasuki hidupku. Aku adalah aku yang mau terus melihat dan berfikir dari segala sisi. Aku adalah aku yang ingin terus bersama tanpa ada konflik yang akan memisahkan kita. Aku adalah aku yang akan mencoba dan berusaha menerima segala kekuranganmu. Karena zaman ini, bukan tenatng fisik, bukan tentang tampang, bukan tentang materi. Tetapi bagaimana kepribadian dan prinsip itu dapat diterima secara tulus dan penuh pengertian tanpa menuntut perubahan untuk kebaikan satu pihak. Penerimaan tanpa banyak protes dan juga kasih sayang yang tulus.”
                Biarkan aku mengenalmu dan semakin mengenalmu seiring kebersamaan kita. Ketika ada yang tidak berkenan di hatimu atas apa yang ada pada diriku, silahkan ungkapkan, sejauh 131 hari kita menjalin ikatan, terima kasih untuk penerimaan, kasih sayang, dan pengorbananmu, sayang. J  
                Ich Yups Sie, Ar.

Comments

Popular Posts