Jalan Lurus
Karena aku butuh ruang untuk menjadi diriku
sendiri
JALAN LURUS
Tertanam niat didalam hati. Semoga
akan tetap setia pada janji ketika keterpurukan itu menyapa. Kaca pertahanan
itu jatuh berserakan. Berkeping-keping. Lalu aku sembunyikan dengan segera.
Jangan sampai terdengar bunyi ketika
aku menyapunya. Aku pelankan gerakan dan tanpa suara. Hmm kacaku sudah pecah.
Pecah berkeping-keping.
Pun masih tetap terdengar oleh dia
(adam) yang terkasih sekarang. Ya terima kasih mendengarkan suaraku ketika
melihat kaca itu pecah dihantam bola kehidupan. Kita berusaha menyatukan
puingnya ya? Mari bergandeng tangan lalu saling rangkul untuk mengalirkan
semangat positif diantara kita. Meskipun kaca itu tidak akan pernah menyatu
sempurna, setidaknya mereka melekat satu sama lain. Tetapi aku tidak egois, seperti ramalan untukku pemilik 16 huruf. Jika tidak berkenan atau merasa bosan, carilah yang kacanya sempurna. Pun jika tidak ada, mungkin yang tidak tergores parah dapat ditemukan. Pengurangan rasa sudah aku lakukan, juga sepertinya sudah kebal. Mungkin aku tak lagi berperasaan. Seperti katanya siang hari itu.
Dihatiku yang terdalam. Pintaku
kepadaNya agar jaga selalu niat lurusku, permudah jalanku, dan mudahkan
urusanku. Hanya itu untuk saat ini. Ada banyak sekali jiwa yang harus
dihangatkan dalam wujud pemalasan jasa. Jaga Niat lurusku Allah…
Mataram, 3
Maret 2014.
11.29 pm

Comments
Post a Comment