Akhirnya terungkap

~Sepeninggal Bapak, mamak tidak menikah lagi. Kurasa itu lebih baik. Karena aku dan adik tidak bisa terima sosok baru didalam rumah. Meskipun kenangan bersama bapak sedikit, tapi potongan nasihat dan kasihnya terasa sampai saat ini.

Mamak seorang ibu rumah tangga. Kami pernah dan cukup lama berada dalam krisis finansial selepas bapak pergi. Namun mamak yang pintar memasak, membuat tempe orek dan nasi hangat terasa nikmat disantap bertiga. Juga mamak yang pandai kelola keuangan bisa membuat kami membawa pulang gelar sarjana.

2012, aku pergi tinggalkan rumah.
Sendiri, merantau dan sekolah.

2019 juga aku pergi tinggalkan rumah. Lebih jauh dan lebih lama.
Kali ini berdua, bersama suamiku.

Yang menjadikan perjalanan ini berat adalah aku mendewasa dan mamak menua sendiri didalam rumah.

Harusnya, aku ada disana. Menjaganya, memasak untuknya, menggosok punggungnya saat mandi, jalan-jalan ke warung sayur bersama, membelikan jajan kesukaannya, sampai mendengar cerita yang berulang-ulang kali diceritakan.

Qadarallah Allah izinkan rezeki atas suamiku ditempat yang jauh dari rumah. Kami mendewasa dan orang tua kami menua.

Raganya tak dapat kami rawat. Jadilah jiwanya yang kami mohonkan pada Allah setiap waktu. Berdoa untuk kesehatannya dan berkabar bahwa kami disini baik-baik saja, saling menjaga dan menyayangi.

Untuk kalian yg masih bisa bertemu orang tua setiap saat. Bersyukurlah. Jangan lupa ajak bicara. Jangan lupa dibahagiakan.

Untuk adik. Terima kasih ya ❤ Telah membagi waktumu menempuh puluhan kilo untuk menjaga mamak selepas kuliah yg melelahkan.

🙂

Comments

Popular Posts