burung gagak dan islam



Sedikit kutipan yang aku dapatkan akibat rasa penasaran yang teramat sangat terhadap sebuah tweet seorang teman kepada teman lelakinya.
Ada apa dibalik tweetnya “jadilah laki-laki selayaknya burung gagak”. Maka ini jawabannya: 

ü  Gagak tidak lupa menjaga keselamatan dan kecukupan makanan terhadap anggota keluarganya, dan tidak membiarkan pelanggaran wilayah kekuasaannya yang mendekati sarangnya. Dan seseorang mengatakan bahwa putranya yang masih anak-anak pada suatu hari di salah satu salah satu taman di dekat rumahnya mengambil sarang gagak dan dibawa keluar dari kebun oleh salah seorang anaknya, maka gagak jantan dan gagak betina itu memburu anaknya selama sepuluh tahun seperti yang terlihat setiap keluar rumah gagak gagk itu ingin mendarat di kepala dan akan melukainya.
ü  Apakah yang Jantan mengawini betina yang lain?
Jawabnya tidak pernah mengawini betina lain lagi di sepanjang hidupnya, yang dalam beberapa spesies sampai mencapai usia 21 tahun. Tapi ada dua perkawinan lagi  berkaitan telur menetas, bila telur betina tidak menetas maka jantan akan meninggalkan pasangannya dan mencari pasangan lain dan mulai hidup bsru. Perkawinan dengan betina lain ini juga dilakukan bila betina pasangannya mengalami kematian. Makhluk malang ini mengajarkan kepada kita pelajaran melalui cinta dan kasih sayang dan kesetiaan antara pasangan dan bahwa ketika mencari betina lain untuk menjadi pasangannya dilakukan dengan alasan kuat dengan maksud menjaga kelangsungan jenisnya, atau untuk keturunannya setelah kematian dan tidak menggunakan kesempatan untuk mencari betina lain karena lebih cantik dan indah daripada pasangan betina atau lebih muda dari mereka.
Pada akhir musim dingin saat usia dewasa laki-laki (4 tahun) mulai mencari pasangannya dan memulai perjalanan untuk mengeluarkan teriakan keras terhadap betina dewasa (3 tahun ) untuk lebih dekat, dan mulai kawin, dengan bulu, sayap dan ekor sebagai tanda dia untuk menerimanya, kemudian mulai menyanyikan sebuah lagu pendek dan kemudian akan kawin dengan mereka dan mulai membersihkan bulu satu sama lain, melengkapi dan membangun sarang, yang memakan waktu sekitar dua minggu untuk membangunnya. Setelah sarang siap mereka mulai bertelur sekitar 6-2 butir telur seminggu, dan telur menetas setelah sekitar 19 hari dan masa muda setelah menetas antara 45-30 hari di sarang sebelum tumbuhnya bulu-bulu dan kemudian mulai terbang dan untuk membantu orangtua dalam memperoleh makanan yang dikumpulkan.Yang betina tidak telur sepanjang tahun ia hanya memiliki satu generasi anak-anak per tahun.
ü  Mengapa beberapa gagak  membunuh satu sama lain?
diketahui bahwa jika salah satu burung ini terluka oleh seseorang atau tejangkit penyakit dalam anggota kelompok dan tidak mampu untuk terbang maka diambil keputusan untuk membunuhnya dan menguburkannya karena mereka kuatir akan penyebaran penyakit ke seluruh anggota gagak yang bertengger dari individu itu untuk keselamatan yang lain.
ü  Gagak hitam dan putih
Pelajaran dari gagak untuk manusia kami telah belajar banyak pelajaran dari kehidupan burung gagak, pelajaran dalam cinta dan kesetiaan dan kesetiaan antara pasangan, cinta kerja dan kerja sama antar anggota keluarga untuk mempertahankan dan membela kelompok mereka dari musuh. Pelajaran yang paling penting  pada awal penciptaan manusia. Pelajaran itu tidak akan pernah terlupakan ketika Qabil membunuh Habil saudaranya sendiri dengan alasan yang tidak benar karena cemburu dan kebencian itu, karena Allah menerima kurban Habil dan tidak menerima kurban Qabil, maka ia membunuh Habil saudaranya dan jasadnya ia bawa di atas punggungnya ia menjelajah bumi untuk menymbunyikan tubuh saudaranya. Maka ketika Qabil menemukan gagak menggali tanah  untuk membuat lubang guna menguburkan gagak lain yang mati.
Allah berfirman dalam Surat Al-Maidah:
“Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang Sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, Maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). ia Berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!”. Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah Hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa”. (27)
28. “Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, Aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya Aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam.”
29. “Sesungguhnya Aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, Maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian Itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim.”
30.  Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, Maka jadilah ia seorang diantara orang-orang yang merugi.
31.  Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya[*]. Berkata Qabil: “Aduhai celaka aku, Mengapa Aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu Aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?” Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal.
[*]  dipahami dari ayat Ini bahwa manusia banyak pula mengambil pelajaran dari alam dan jangan segan-segan mengambil pelajaran dari yang lebih rendah tingkatan pengetahuannya.(31)
ü  Sebuah studi di Inggris menemukan kecerdasan burung ini:
Tim Inggris melakukan percobaan dengan burung gagak betina di  laboratorium Inggris dan meletakkan daging yang dilumatkan dalam tabung tes, dan di dekatnya di taruh sepotong kawat logam panjang dan burung gagak itu dilepaskan dengan alat-alat ini di laboratorium dan team peneliti membuat video rekaman dari apa yang terjadi.
Mereka menemukan kurang dari 10 menit gagak betina membengkokkan ujung kawat untuk menjadi seperti logam pengait-dan memasukannya ke dalam tabung kemudian menarik daging itu dengan pengait dari dalam tabung dan kemudian memakannya. Percobaan para ilmuwan itu telah dilakukan tanpa sengaja  hingga  10 kali dan burung gagak betina itu berhasil mengeluarkan dan memakannya. Allah berfirman:  Sesungguhnya Aku bertawakkal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. tidak ada suatu binatang melatapun[yang dimaksud binatang melata di sini ialah segenap makhluk Allah yang bernyawa.] melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya[mengusainya sepenuhnya.]. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus[Allah selalu berbuat adil.].”
,” Al Quran Surat Huud ayat: 56.

Mataram, 24 Juni 2014
09:28 wita

Comments

Popular Posts